Wayang Santri Super Ampuh Desa Pagongan


Branding area wayang santri super ampuh

Antusias warga desa pagongan menyaksikan wayang santri

Dalam rangka sosialisasi tarif baru Super Ampuh, CV.Prima handphone dealer XL tegal mengadakan hiburan rakyat wayang santri bersama masyrakat desa pagongan, Talang. Wayang golek yang dihadiri oleh sekitar 1000 masyarakat desa pagongan dimulai sekitar pukul 22.00 – 24.00 dengan diselingi kegiatan selling dan edukasi di area lokasi oleh team DS.

MENDENGAR pagelaran ‘wayang santri’ bagi sebagian warga yang bermukim di areal Pantura Tegal, pasti tak asing lagi dengan penampilan sosok dalang asal Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal ini. Dari perenungan panjang seorang Ki Enthus Susmono, wayang santri itu ada dan hadir ditengah dinamika kehidupan warga pesisir Pantura. Wayang santri yang lahir pada tahun 2006 tersebut, dalam perjalanannya kini terus menjalankan misi membantu para kyai untuk menjabarkan ‘kawruh’ (pengetahuan) agama Islam. Ki Enthus mengakui awal lahirnya wayang santri ini bermula dari diperolehnya gelar dalang terbaik Jawa Tengah yang diteruskan dengan ajang Festival Wayang Internasional di Bali.

“Dari situ banyak sekali permintaan yang meminta saya untuk ceramah. Namun saya pikir itu bukan bidang saya, meski dalam setiap lakon yang saya bawakan selalu saya sisipkan visi Islam. Dan saya tetaplah seorang dalang. Nah dari situlah saya tergerak untuk membuat wayang santri,” ujarnya.

Piranti wayang pun dibuat untuk pertama kalinya. Pentas perdana pun digelar Ki Enthus dengan mengambil lakon ‘Lupit Ngaji’. Sosok Lupit sebagai punakawan wayang golek cepak Tegalan dipilihnya karena sudah sangat familier bagi pecinta jagad pewayangan pesisiran. Dia juga menyatakan durasi wayang santri tidak digelar semalam suntuk. Paling lama butuh waktu dua setengah jam dan paling cepat satu jam saja. Jumlah pengrawit pun tidak terlalu banyak.
“Dalam wayang santri, saya hanya menggunakan sembilan pengrawit, total sepuluh dengan saya sebagai dalangnya. Disinilah saya kembali terpacu menciptakan syair lagu-lagu baru dibawah bimbingan KH Fuad Hasyim dan ada syair dari lagu Nahdhatul Ulama,” tuturnya.
Berangkat dari tempaan latihan rutin dengan komunitas wayang santri itulah, membuat fungsi Ki Enthus tetap sebagai dalang. Namun misi pedalangan dalam wayang santri ini terfokus membantu para kyai untuk menjabarkan kawruh  agama Islam. Usai dirinya ditetapkan sebagai Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Tegal dan juga Dansatkorcab Banser serta Wakil Ketua Les Bumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslim) PBNU, langkahnya berkreasi membuat wayang santri lebih terfokus lagi yakni wayang santri berdasar tematik.
Tepatnya dibulan Maulud 1431 Hijriah, dia merombak total bentuk boneka wayang kulit, entuk iringan gamelan dan juga mengakomodir naskah-naskah baru yang ditulis beberapa kyai. Sebut saja KH Amir dari Desa Tegal Kubur Kecamatan Lebaksiu, KH Mahfud Kholiq dari Tegal hingga KH Tholib dari Desa Tembok Banjaran menjadi pemasok naskah cerita untuk lakon wayang santrinya.
“Banyaknya kyai yang mengontribusikan naskah itulah yang membuat wayang santri, baik golek maupun kulit, mampu tampil dengan cerita yang konseptual dengan tematik seperti peringatan 1 Suro, Maulud, Rajaban, Ramadhan, Syawalan, hingga peringatan HUT RI. Dan sampai sekarang, kedekatan tersebut tumbuh menjadi komunitas wayang santri,” tegasnya.    Dibanding dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk, harga yang dipatok untuk pementasan wayang santri sangatlah kompromif. “Begitu juga bila ada orang hajatan berniat ingin menghadirkan Ki Enthus namun tidak punya banyak dana, maka wayang santrilah yang akan ditampilkan. Harganya murah, meriah, amanah, dan berkah,” celotehnya.
Diakuinya, kini ada sedikitnya hasil karya wayang santri untuk boneka wayang kulit 25 buah dan golek santri sekitar 50 buah. Butuh waktu satu minggu untuk menghasilkan satu buah wayang, baik itu  kulit maupun golek, dimana semua penggarapanya dipercayakan pada Sanggar Satria Laras pimpinannya.
Dia mengaku, untuk menggarap desain sebuah wayang dikerjakannya sendiri. Dan untuk urusan menatah dan menyungging diserahkan pada para santri, sebelum akhirnya finishing tetap menjadi tanggung jawab seorang Ki Enthus. “Dipilihnya istilah wayang santri itu mengingat saya bukan kyai. Ilmu saya masih dangkal. Itulah yang membuat saya terbiasa bilang ngaji bareng dalam setiap pagelaran wayang santri. Ini karena posisi saya masih sebagai santri bukan ustad ataupun kyai, dan bila ada kesalahan selalu siap untuk diluruskan,” terangnya.
Dengan iringan gamelan Abunawas, rebana, dan keyboard rangkaian gending ciptaannya seperti Yaum Asyuro, Londo Ireng, Amakilah, Fuknalumam, Hasbunallah, Ganong, Nahdhatul Ulama, Kuntulan, dan Fira’un pun menggalir disetiap pementasan wayang santri yang selalu dijejali peminatnya. ( sumber :  http://www.radartegal.com/index.php/Bantu-Jabarkan-Kawruh-Islam.html )
Iklan

Tentang primahandphone

Prima Handphone. Dealer Resmi XL untuk wilayah Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Ketanggungan.
Pos ini dipublikasikan di Kegiatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s